WWE SmackDown Lebih Bagus dari RAW

WWE SmackDown Lebih Bagus dari RAW

Smackdown! adalah sebuah program hiburan gulat yang merupakan bagian dari World Wrestling Entertainment (WWE). Di Amerika Serikat, Smackdown! lazim dikenal dengan nama WWE Friday Night SmackDown!. Smackdown! kini tidak hanya ditayangkan di AS, tapi juga berbagai negara lainnya seperti Kanada, Australia, Britania Raya, dan Indonesia.Smackdown! seringkali disebut sebagai “B shownya” WWE (Monday Night RAW lebih sering dirujuk sebagai “A shownya” WWE). Di AS, Smackdown! biasanya direkam pada hari Selasa setiap pekan dan ditayangkan hari Jumat malam pada pekan yang sama.Smackdown! ditayangkan pertama kali pada tahun 1999. Smackdown! ditayangkan di Indonesia sejak tahun 2000; pada waktu itu ditayangkan di RCTI, dan sejak saat itu Smackdown! kerapkali berpindah stasiun TV, antara lain TPI dan Lativi.

Banyak yang menganggap saat ini SmackDown lebih bagus dari RAW. Padahal pegulat di SmackDownlebih sedikit. Bagaimana bisa? Ini Alasannya!

Kalau kamu masih ingat, Juli kemarin WWE terpecah. Sebagai show utama WWE, RAW menjarah lebih banyak pegulat. Mungkin tidak apa-apa kalau SmackDown masih disisakan pegulat yang memang berkualitas, atau gimmick seperti pegulat kelas cruiserweight atau kumpulan pegulat wanita elit. Namun dari hasil draft saat itu, tak terbayang kemungkinan Smackdown lebih bagus dari RAW.

  1. Smackdown Unggul dari Segi Booking
    Di tahun 2016 ini, kebangetan rasanya kalau kamu belum tahu WWE itu sudah diatur. Layaknya teater, masing-masing pegulat sudah diberi peran baik dan jahat, pemenang dan yang kalah pun sudah ditentukan sebelumnya. Hanya saja risiko cidera itu nyata, karena gerakan-gerakan yang dilakukan oleh para pegulat ini memang cenderung berbahaya dan tak sebaiknya ditiru oleh orang awam.

    Nah, SmackDown lebih bagus dari RAW dalam segi booking para pegulat. Layaknya era Attitude di tahun 90an, semua pegulat SmackDown memiliki peran masing-masing, tak peduli sekecil apa. Padahal durasi acaranya lebih singkat satu jam dari RAW.

    Selama delapan pekan, SmackDown menyulap Heath Slater (yang wajahnya ada di atas) dari pecundang menjadi juara tag team yang sangat populer di mata fan. Para pegulat wanitanya mungkin tidak sampai sekelas Sasha Banks atau Bayley, yang ada di RAW, tapi Nikki Bella, Carmella, Becky Lynch justru lebih diberi kesempatan untuk membangun karakter ketimbang rekan mereka di RAW.

  2. Smackdown Mendengarkan Fan
    Masih berhubungan dengan booking, penulis naskah SmackDown sudah terbukti sangat mendengarkan fan. Tag team Uso misalnya. Pegulat kembar yang merupakan anak Rikishi ini sering dihujat oleh fan, jadi tanpa pikir panjang mereka diberi peran jahat dengan menciderai American Alpha, tim yang lebih populer. Efeknya, sekarang mereka terasa lebih fresh baik dari segi penampilan, cara membawa diri, hingga – yang terpenting – cara bergulat.

    Ada juga Nikki Bella dan Carmella. Awalnya Nikki Bella datang membantu pegulat-pegulat wanita dari sisi jahat, sementara Carmella berada di sisi baik. Namun Carmella gagal meraih simpati penonton, sementara Nikki – yang baru cidera parah – justru meraih respons bagus. Nikki pun diganti diberi peran baik, sedangkan Carmella menjadi penjahat.

    Dengan menempatkan pegulat di peran yang lebih cocok, menyaksikan SmackDown jadi lebih menyenangkan. Kamu bahkan bisa mendengar reaksi penontonnya lebih bagus dari di RAW, yang kadang terasa sepi di jam kedua dan ketiga.

    Read More : Game PC Bertemakan Hacker

  3. Adanya Pegulat Profesional
    Booking kuat bisa jadi berantakan kalau kemampuan pegulatnya seragam jeleknya. Pegulat SmackDown memang lebih sedikit dari RAW, namun tetap ada pegulat elit seperti AJ Styles, Dean Ambrose, dan Randy Orton di sana. Para pegulat ini seakan menjadi pilar, yang menjadi tumpuan sementara pegulat yang lebih muda berkembang dan menemukan pijakan.

    John Cena mungkin sudah jarang tampil karena usianya yang sudah mulai tua dan tawaran main film yang mulai membanjirinya. Tapi saat dia tampil, dia membuktikan dirinya bisa dengan mudah dimasukkan ke pertandingan utama. Tak hanya itu, karena booking yang superior, saat Dean Ambrose menyerang Cena di akhir acara pekan ini, Ambrose justru dihujat penonton.

    Cena mungkin pegulat populer, tapi yang benci kepadanya pun tidak sedikit. Karenanya biasanya saat pegulat ini muncul, separuh arena akan memujanya sementara separuh lagi menghujatnya. Bahkan saat pegulat seperti Ryback menyerangnya pun biasanya si penyerang justru diberi tepuk tangan. Tidak demikian kali ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *