Review Game Infinity Blade II

Review Game Infinity Blade II

Unity, mengumumkan game pertama yang akan mereka publish sendiri. Meskipun telah menjadi game engine favorit banyak developer game, ini merupakan game pertama yang akan dirilis di bawah nama Unity sebagai publisher. Game bertajuk Archangel ini dikembangkan oleh developer Australia yang berdomisili di Jepang bernama Black Tower Studios.

Lima tahun yang lalu, tidak banyak orang yang percaya bahwa game di ponsel akan memiliki tampilan 3 dimensi yang setara dengan konsol kelas kakap seperti PlayStation atau Xbox, namun hal tersebut ternyata sudah berhasil direalisasikan oleh Epic Games dan Chair Entertainment. Memanfaatkan Unreal Engine yang sudah dikenal di kalangan penggemar game PC, Infinity Blade merupakan aplikasi iOS pertama yang menggunakan engine game tersebut. Dan hasilnya sungguh menakjubkan. Meskipun kualitas tekstur dan pencahayaan belum sekelas game PC modern, tapi yang terpenting, game dapat dimainkan dengan halus. Memang kadang terasa ada sedikit lag di beberapa bagian game, tapi sama sekali tidak mengganggu keasyikan bermain game.

Infinity Blade III adalah game seri lanjutan dari Infinity Blade yang ber-genre action role playing. Game mobile khusus dari iOS ini dikembangkan dan dirilis pada tanggal 18 September 2013 kemarin oleh pengembang game asal Amerika, Chair Entertainment dan Epic Games. Infinity Blade dikenal sebagai game mobile iOS pertama yang menggunakan sistem teknologi Unreal Engine dan menjadi game trilogi terlaris dalam sejarah iOS dengan total penjualan mencapai 1,6 juta USD dalam kurun waktu 4 hari saja.

Fitur dari setiap perlengkapan tempur dapat dimodifikasi dengan batu mulia. Batu mulia ini dapat ditemukan dalam peti ataupun sebagai imbalan setelah berhasil mengalahkan musuh. Selain bertempur dengan senjata, Anda pun dapat memanfaatkan mantera ajaib. Kombinasi perlengkapan bertarung ini terdiri dari senjata, perisai, pelindung kepala dan jubah besi. Selain itu terdapat pula ramuan untuk memulihkan tenaga dan memperkuat perisai. Senjata pun dibedakan menjadi tiga kategori, yaitu senjata ringan yang berupa berbagai jenis pedang, senjata berat yang biasanya terdiri dari palu, dan senjata dual atau dobel. 

Game ini tidak hanya mengandalkan desain yang begitu canggih, plot ceritanya pun membuat penasaran dengan berbagai pertarungan yang menegangkan. Tidak heran game ini telah memenangkan berbagai jenis penghargaan. 

Keunggulan Game Infinity Blade II

  • Permainan ini begitu menantang, harus pintar mengatur strategi perlengkapan yang digunakan dalam melawan musuh.
  • Perlengkapan bertarung (baju besi, senjata, perisai dan pelindung kepala) dapat dimodifikasi dengan gem (bau mulia) dengan fungsi yang berbeda-beda pula.
  • Tampilan grafis yang begitu hidup.
  • Game berjalan dengan mulus tanpa tersendat.
  • Dapat dimainkan secara offline jika ingin bermain sendiri.
  • Walau terlahir kembali, tingkat pengalaman dan level tetap terakumulasi.

Kekurangan Game Infinity Blade II

  • Akhir cerita yang menggantung, ketika pekerja akan diselamatkan ternyata justru menjebak.
  • Jika salah jalan atau salah tindakan maka Siris akan terlahir kembali dan mengulang permainan, namun level dan pengalaman tetap terakumulasi.