Perkembangan Game Online

Perkembangan Game Online – Judi online

Game Online atau sering disebut Online Games adalah Judi online sebuah permainan (games) yang dimainkan di dalam suatu jaringan (baik LAN maupun Internet). Indonesia sebagai bangsa yang memiliki penduduk banyak tentunya cocok jika dijadikan sebagai pasar game online asing. Hal itu disebabkan orang Indonesia cenderung mengikuti trend yang muncul dan kemudian hilang.

Awalnya game online di Indonesia dimulai oleh game Nexia pada tahun 2001. Nexia merupakan game online pertama yang sangat populer karena saat itu belum ada game online yang booming di Indonesia pada waktu itu. Sayapun sempat melihat orang yang sangat menyukai game tersebut, tapi menurut saya game itu sangat payah karena grafisnya hanya 2 dimensi dan pergerakannya sangat dibatasi layaknya game RPG biasa.

Judi online Tercatat lebih dari 20 judul game online yang beredar di Indonesia. Ini menandakan betapa besarnya antuiasme para gamer di Indonesia dan juga besarnya pangsa pasar games di Indonesia. Berikut adalah game online yang hadirl di Indonesia:

Selain game diatas, ada juga game-game Judi online  seperti Warcraft, Counterstrike, Age Of Empire, Need For Speed Series yang juga banyak menyita perhatian para gamer di Indonesia walaupun tidak sebesar game – game yang disebutkan diatas. Contohnya Countersrtike lebih lancar dimainkan pada mode LAN dibandingkan internet karena latencynya yang besar dan servernya kurang cepat sehingga sewaktu bermain game ada jeda membuat gamers menjadi tidak nyaman, begitu juga halnya dengan Warcraft dan Age of empire.

Read More : 5 Game Smartphone Offline Terbaik

Game online muncul tidak hanya mempengaruhi kehidupan social Judi online pemainnya dalam dunia nyata tetapi juga terkadang mempengaruhi kejiwaan seseorang apabila memainkannya terlalu lama. Seperti yang dilansir ketok.com, gara-gara sebuah game, seorang pemuda di amerika serikat nekad menusuk temannya sendiri. Bahkan anak-anak yang kecanduan bermain game sering membolos dari sekolahnya agar bisa melanjutkan petualangannya di dunia maya.

Akan tetapi dari segi bisnis, game online masih memiliki Judi online prospek bagus kedepannya. Dengan kehadiran games online ini, orang-orang bisa menciptakan lapangan kerja sendiri yaitu games center, atau menjadi pengembang games sehingga dapat mengurangi angka pengangguran.

Mobile Legends dan Arena Of Valor

Mobile Legends dan Judi Online Arena Of Valor

Game bergenre Judi Online Multiplayer Online Battle Arena atau yang biasa disingkat MOBA sekarang memang sedang menjamur di smartphone. Seperti halnya dua game berikut yang sama-sama bergenre MOBA, tapi banyak sekali yang saling mencibir satu sama lain dan membeda-bedakannya. Banyak yang beranggapan bahwa Arena Of Valor yang dulu bernama Mobile Arena meniru game mobile legends ,karena ML lebih dahulu rilis di Indonesia. padahal AOV lebih dahulu dirilis di China dibanding ML namun dengan nama yang berbeda.

Mobile Legends
Game besutan Moonton ini di Indonesia bisa dibilang mempunyai fanbase terbesar di antara dua rival lainnya. Banyak yang belum tau, sebelum berubah nama menjadi Mobile Legends: Bang Bang, game ini sebelumnya diberi nama Magic Rush: Heroes Mobile, Legends: 5v5 MOBA.

Arena of Valor

Mempunyai nama yang berbeda di setiap wilayah, dan di Indonesia bernama Mobile Arena, akhirnya pihak penerbit, Tencent Games menyeragamkan namanya di seluruh dunia menjadi Arena of Valor atau yang biasa disingkat AoV.

Mobile Legends vs Arena Of Valor Judi Online

  1. Size Game Judi Online
    Dari segi Size game nampaknya Mobile Legends lebih unggul dibanding Arena Of Valor , perbandingannya antara 100 MB vs 300 MB. Namun yang menjadi catatan apakah dengan Size Mobile Legends yang lebih kecil di banding AOV membuat ML menjadi Lebih Ringan ? Belum tentu.
  2. Hero dan Skin
    Tentu kita semua setuju jika Arena Of Valor Server Indonesia masih kalah telak dengan jumlah Hero dan Skin yang ada di mobile legends. Namun jika kalian sesekali mencoba masuk server luar nampaknya AOV juga memiliki jumlah Hero yang banyak .
  3. Event
    Dari segi ini nampaknya keadaan mulai berbalik, nampaknya Aov lebih unggul dari segi Event, karena banyak sekali event-event yang telah di selenggarakan , mulai dari Main Aov Dapat 7 Miliar, Main Aov dapat Pulsa , Main Aov dapat Motor, Main Aov dapat Batman dan main aov dapat hp Oppo.
  4. Grafik
    Bukan tanpa sebab jika AOV memiliki size game Judi Online yang lebih besar , ketika kita mainkan game ini, mata kita akan dimanjakan oleh grafik yang elok nan sedap di pandang. Berbeda lagi jika AOV dibandingkan dengan Vainglory maka Vainglory lebih unggul. Namun untuk perbandingan ML vs AOV dari segi grafik  saya yakin dalam keadaan netral semua player akan lebih memilih AOV.
  5. Kontrol dan Gameplay
    Dari segi kontrol nampaknya kedua game tersebut seimbang, karena Judi Online sama-sama menggunakan analog ( hal inilah yang menjadi bahan saling ejek antara player ML, AOV dengan player Vainglory dan Dota. Namun walaupun kontrolnya terbilang seimbang , apakah gameplaynya sama ? Tentu tidak, menurut saya dengan grafik AOV yang lebih bagus Gameplay dari AOV terlihat lebih Real dari sisi detail pergerakan Hero dan Map.
  6. Fitur Judi Online
    Inilah yang menjadi titik kekecewaan para player AOV , dibandingkan mobile legends nampaknya AOV kalah telak dari segi fitur. Didalam game Mobile Legends kaya akan fitur, Mulai dari live streaming yang dapat digunakan player ataupun penonton dan fitur anti Lagnya.Sedangkan AOV ? Masih di pertanyakan , walaupun dalam update terbaru AOV sudah menyertakan Live Streaming tapi menurut saya tetap sangat mengecewakan .
Review Game Infinity Blade II

Review Game Infinity Blade II

Unity, mengumumkan game pertama yang akan mereka publish sendiri. Meskipun telah menjadi game engine favorit banyak developer game, ini merupakan game pertama yang akan dirilis di bawah nama Unity sebagai publisher. Game bertajuk Archangel ini dikembangkan oleh developer Australia yang berdomisili di Jepang bernama Black Tower Studios.

Lima tahun yang lalu, tidak banyak orang yang percaya bahwa game di ponsel akan memiliki tampilan 3 dimensi yang setara dengan konsol kelas kakap seperti PlayStation atau Xbox, namun hal tersebut ternyata sudah berhasil direalisasikan oleh Epic Games dan Chair Entertainment. Memanfaatkan Unreal Engine yang sudah dikenal di kalangan penggemar game PC, Infinity Blade merupakan aplikasi iOS pertama yang menggunakan engine game tersebut. Dan hasilnya sungguh menakjubkan. Meskipun kualitas tekstur dan pencahayaan belum sekelas game PC modern, tapi yang terpenting, game dapat dimainkan dengan halus. Memang kadang terasa ada sedikit lag di beberapa bagian game, tapi sama sekali tidak mengganggu keasyikan bermain game.

Infinity Blade III adalah game seri lanjutan dari Infinity Blade yang ber-genre action role playing. Game mobile khusus dari iOS ini dikembangkan dan dirilis pada tanggal 18 September 2013 kemarin oleh pengembang game asal Amerika, Chair Entertainment dan Epic Games. Infinity Blade dikenal sebagai game mobile iOS pertama yang menggunakan sistem teknologi Unreal Engine dan menjadi game trilogi terlaris dalam sejarah iOS dengan total penjualan mencapai 1,6 juta USD dalam kurun waktu 4 hari saja.

Fitur dari setiap perlengkapan tempur dapat dimodifikasi dengan batu mulia. Batu mulia ini dapat ditemukan dalam peti ataupun sebagai imbalan setelah berhasil mengalahkan musuh. Selain bertempur dengan senjata, Anda pun dapat memanfaatkan mantera ajaib. Kombinasi perlengkapan bertarung ini terdiri dari senjata, perisai, pelindung kepala dan jubah besi. Selain itu terdapat pula ramuan untuk memulihkan tenaga dan memperkuat perisai. Senjata pun dibedakan menjadi tiga kategori, yaitu senjata ringan yang berupa berbagai jenis pedang, senjata berat yang biasanya terdiri dari palu, dan senjata dual atau dobel. 

Game ini tidak hanya mengandalkan desain yang begitu canggih, plot ceritanya pun membuat penasaran dengan berbagai pertarungan yang menegangkan. Tidak heran game ini telah memenangkan berbagai jenis penghargaan. 

Keunggulan Game Infinity Blade II

  • Permainan ini begitu menantang, harus pintar mengatur strategi perlengkapan yang digunakan dalam melawan musuh.
  • Perlengkapan bertarung (baju besi, senjata, perisai dan pelindung kepala) dapat dimodifikasi dengan gem (bau mulia) dengan fungsi yang berbeda-beda pula.
  • Tampilan grafis yang begitu hidup.
  • Game berjalan dengan mulus tanpa tersendat.
  • Dapat dimainkan secara offline jika ingin bermain sendiri.
  • Walau terlahir kembali, tingkat pengalaman dan level tetap terakumulasi.

Kekurangan Game Infinity Blade II

  • Akhir cerita yang menggantung, ketika pekerja akan diselamatkan ternyata justru menjebak.
  • Jika salah jalan atau salah tindakan maka Siris akan terlahir kembali dan mengulang permainan, namun level dan pengalaman tetap terakumulasi.
WWE SmackDown Lebih Bagus dari RAW

WWE SmackDown Lebih Bagus dari RAW

Smackdown! adalah sebuah program hiburan gulat yang merupakan bagian dari World Wrestling Entertainment (WWE). Di Amerika Serikat, Smackdown! lazim dikenal dengan nama WWE Friday Night SmackDown!. Smackdown! kini tidak hanya ditayangkan di AS, tapi juga berbagai negara lainnya seperti Kanada, Australia, Britania Raya, dan Indonesia.Smackdown! seringkali disebut sebagai “B shownya” WWE (Monday Night RAW lebih sering dirujuk sebagai “A shownya” WWE). Di AS, Smackdown! biasanya direkam pada hari Selasa setiap pekan dan ditayangkan hari Jumat malam pada pekan yang sama.Smackdown! ditayangkan pertama kali pada tahun 1999. Smackdown! ditayangkan di Indonesia sejak tahun 2000; pada waktu itu ditayangkan di RCTI, dan sejak saat itu Smackdown! kerapkali berpindah stasiun TV, antara lain TPI dan Lativi.

Banyak yang menganggap saat ini SmackDown lebih bagus dari RAW. Padahal pegulat di SmackDownlebih sedikit. Bagaimana bisa? Ini Alasannya!

Kalau kamu masih ingat, Juli kemarin WWE terpecah. Sebagai show utama WWE, RAW menjarah lebih banyak pegulat. Mungkin tidak apa-apa kalau SmackDown masih disisakan pegulat yang memang berkualitas, atau gimmick seperti pegulat kelas cruiserweight atau kumpulan pegulat wanita elit. Namun dari hasil draft saat itu, tak terbayang kemungkinan Smackdown lebih bagus dari RAW.

  1. Smackdown Unggul dari Segi Booking
    Di tahun 2016 ini, kebangetan rasanya kalau kamu belum tahu WWE itu sudah diatur. Layaknya teater, masing-masing pegulat sudah diberi peran baik dan jahat, pemenang dan yang kalah pun sudah ditentukan sebelumnya. Hanya saja risiko cidera itu nyata, karena gerakan-gerakan yang dilakukan oleh para pegulat ini memang cenderung berbahaya dan tak sebaiknya ditiru oleh orang awam.

    Nah, SmackDown lebih bagus dari RAW dalam segi booking para pegulat. Layaknya era Attitude di tahun 90an, semua pegulat SmackDown memiliki peran masing-masing, tak peduli sekecil apa. Padahal durasi acaranya lebih singkat satu jam dari RAW.

    Selama delapan pekan, SmackDown menyulap Heath Slater (yang wajahnya ada di atas) dari pecundang menjadi juara tag team yang sangat populer di mata fan. Para pegulat wanitanya mungkin tidak sampai sekelas Sasha Banks atau Bayley, yang ada di RAW, tapi Nikki Bella, Carmella, Becky Lynch justru lebih diberi kesempatan untuk membangun karakter ketimbang rekan mereka di RAW.

  2. Smackdown Mendengarkan Fan
    Masih berhubungan dengan booking, penulis naskah SmackDown sudah terbukti sangat mendengarkan fan. Tag team Uso misalnya. Pegulat kembar yang merupakan anak Rikishi ini sering dihujat oleh fan, jadi tanpa pikir panjang mereka diberi peran jahat dengan menciderai American Alpha, tim yang lebih populer. Efeknya, sekarang mereka terasa lebih fresh baik dari segi penampilan, cara membawa diri, hingga – yang terpenting – cara bergulat.

    Ada juga Nikki Bella dan Carmella. Awalnya Nikki Bella datang membantu pegulat-pegulat wanita dari sisi jahat, sementara Carmella berada di sisi baik. Namun Carmella gagal meraih simpati penonton, sementara Nikki – yang baru cidera parah – justru meraih respons bagus. Nikki pun diganti diberi peran baik, sedangkan Carmella menjadi penjahat.

    Dengan menempatkan pegulat di peran yang lebih cocok, menyaksikan SmackDown jadi lebih menyenangkan. Kamu bahkan bisa mendengar reaksi penontonnya lebih bagus dari di RAW, yang kadang terasa sepi di jam kedua dan ketiga.

    Read More : Game PC Bertemakan Hacker

  3. Adanya Pegulat Profesional
    Booking kuat bisa jadi berantakan kalau kemampuan pegulatnya seragam jeleknya. Pegulat SmackDown memang lebih sedikit dari RAW, namun tetap ada pegulat elit seperti AJ Styles, Dean Ambrose, dan Randy Orton di sana. Para pegulat ini seakan menjadi pilar, yang menjadi tumpuan sementara pegulat yang lebih muda berkembang dan menemukan pijakan.

    John Cena mungkin sudah jarang tampil karena usianya yang sudah mulai tua dan tawaran main film yang mulai membanjirinya. Tapi saat dia tampil, dia membuktikan dirinya bisa dengan mudah dimasukkan ke pertandingan utama. Tak hanya itu, karena booking yang superior, saat Dean Ambrose menyerang Cena di akhir acara pekan ini, Ambrose justru dihujat penonton.

    Cena mungkin pegulat populer, tapi yang benci kepadanya pun tidak sedikit. Karenanya biasanya saat pegulat ini muncul, separuh arena akan memujanya sementara separuh lagi menghujatnya. Bahkan saat pegulat seperti Ryback menyerangnya pun biasanya si penyerang justru diberi tepuk tangan. Tidak demikian kali ini.