Fakta Tentang PUBG

Fakta Tentang PUBG

PUBG kini menjelma menjadi salah satu game terpopuler di planet bumi. Salah satu faktor kesuksesan PUBG tentu saja adalah genre baru yang dibawanya, yaitu battle royale. Genre ini sebenarnya sangat simpel. Yaitu mengharuskan para pemain dalam jumlah banyak bertempur dan mengalahkan satu sama lain.

PUBG bisa dibilang sebagai pembuka atas kesuksesan genre battle royale. Seakan enggak mau kalah, perusahaan game lainnya berlomba-lomba membuat game battle royale sendiri. Bahkan, waralaba game besar, seperti Call of Duty dan Battlefield, dipastikan bakal masukin mode battle royale di seri terbaru mereka.

  1. PUBG Dibuat oleh Seorang Fotografer

    Brendan Greene merupakan kreatornya PUBG. Greene bisa dibilang cukup terlambat terjun ke dalam dunia pengembangan game. Sebelum menjadi kreator PUBG, dia memulai kariernya sebagai fotografer dan desainer grafis. Keterampilannya dalam mendesain digunakan untuk mendesain game.

    Greene mulai mendesain game saat memasuki usia 30-an. Awalnya, dia mengembangkan moduntuk Arma dan DayZ. Dari karyanya tersebut, Sony Online Entertainment bahkan mengajaknya untuk berkonsultasi dalam pengembangan H1Z1: King of the Kill. Dari situlah, Greene mendapatkan ilmu untuk pengembangan PUBG.

  2. Pertemanan Dibalik Genre ‘Battle Royale’

    Beberapa orang juga mengatakan bahwa Battlegrounds adalah pembunuh game H1Z1 dan DayZ. Tetapi faktanya, Brendan Greene justru berteman dengan orang-orang dibalik kedua game tersebut. Dan mereka saling menikmati game masing-masing.

  3. Arti Dari Kata “Winner Winner Chicken Dinner”

    Untuk kamu yang sudah sering atau pernah main PUBG, pasti tahu istilah “Winner Winner Chicken Dinner”. Kalimat ini muncul ketika kita memenangkan pertandingan. Awalnya banyak yang mengira bahwa kalimat tersebut hanyalah kalimat berirama saja. Namun faktanya, “Winner Winner Chicken Dinner” memiliki arti yang lebih dalam. Istilah ini artinya kurang lebih ketika kita menang, maka kita bisa makan malam dengan menu ayam di restoran.

  4. Bahasa dan Kewarganegaraan Menjadi Masalah Di Awal

    Ketika game ini tengah dibuat, studio game yang sedang bekerja sama waktu itu yang bernama Blue Hole sempat berdebat dengan sang pembuat game karena masalah bahasa dan kewarganegaraan. Blue Hole berasal dari Korea Selatan, sedangkan Brendan Greene berasal dari Irlandia. Masalah ini diakibatkan oleh para pemilik modal yang tidak yakin untuk menanamkan sahamnya kepada orang yang berbeda kebangsaan dari mereka. Para pemilik modal berpikir bahwa hal tersebut merupakan resiko yang besar.

  5. Pernah Ada Fitur 2D Replay

    Saat memasuki tahap Early Access, PUBG memiliki fitur 2D Replay. Fitur ini memungkinkan para pemain untuk melihat keberadaan pemain lain secara real-time. Nah, fitur ini tentu saja berpotensi untuk membuat para pemain berbuat curang. Akhirnya sang pengembang segera menghapus fitur ini.

Legrand Legacy

Game RPG Buatan Developer Indonesia

Role-Player Game (RPG) merupakan salah satu genre yang paling dinikmati di dunia gaming. RPG membuat pemain bisa merasakan dirinya berperan sebagai tokoh utama dalam game dan melakukan berbagai hal.
Tidak semua game RPG buatan dari Jepang. Ternayata ada juga loh Developer Indonesia yang membuatnnya. Berikut adalah 5 Game RPG buatan Developer Indonesia :

  1. Legrand Legacy
    ‘Legrand Legacy’ merupakan amusement JRPG dari designer asal Bandung, Tinker Games. Meskipun tampil dengan visual apa adanya, ‘Legrand Legacy’ mampu memperlihatkan desain karakter yang cukup baik dan setting tempat yang menarik. Ongoing interaction nya play on words cukup keren dan tak kalah dengan amusement diversion RPG buatan Jepang. Selain itu, diversion ini juga memiliki musik latar yang enak di telinga serta penggambaran karakter yang kuat dan sulit dilupakan.
  2. Celestian Tales: Old North
    Celestian Tales: Old North’ merupakan game buatan Ekuator Games yang mirip dengan RPG buatan Jepang. Satu hal yang unik dari game RPG ini adalah adanya 6 karakter berbeda yang masing-masing memiliki kepribadian unik tersendiri. Jadi, RPG ini tidak hanya berpusat pada satu karakter utama. Celestian Tales: Old North ini juga dirancang layaknya game episodik yang dibagi kedalam 3 chapter terpisah.
  3. 7 Paladin: RPG 3D Fantasi
    MainGames selaku developer ternama di Indonesia akhirnya merilis sebuah game RPG untuk perangkat Android. Game bertema fantasi ini memiliki tampilan 3D yang memanjakan mata serta karakter-karakter yang unik dan menarik. Berbagai misi seru dan menantang menanti untuk dimainkan. Selain itu, ada banyak event yang bisa kamu ikuti sepanjang permainan. Nikmati juga fitur-fitur menarik yang disediakan.
  4. Nusakana
    Developer lokal bernama Studio Namaapa berhasil menarik perhatian dengan merilis sebuah game RPG bertajuk ‘Nusakana’ di Steam. Game ini sendiri berjenis open-world dan membebaskan pemain melakukan apa saja dalam map yang luas. Meski grafisnya sederhana, kamu akan dibuat puas menikmati game yang memberikanmu kebebasan dalam menjalankan misi. Lebih serunya lagi, Nusakana memiliki 40 ending yang berbeda berdasarkan dengan pilihan kamu sendiri pada saat bermain.
  5. Trigger Knight
    Developer Indonesia, Mintsphere merilis sebuah game RPG bertajuk ‘Trigger Knight’ pada tahun 2012 silam untuk platform Android dan iOS. Dengan gameplay sederhana, ‘Trigger Knight’ mampu menarik perhatian dengan keunikan-keunikan tersendiri. Ceritanya sendiri berpusat pada seorang kstaria perempuan yang melawan monster-monster yang menghadang jalannya. Tugas pemain hanya membelanjakan uang untuk menyembuhkan karakter, meningkatkan senjata, pelindung, dan lain-lain. Cukup menarik untuk mengisi waktu luang.
PUBG Menggugat Fortnite

PUBG Menggugat Fortnite

PUBG Corp, selaku developer game Player Unknown’s Battleground (PUBG), kembali mengajukan gugatan terhadap salah satu developer game.
Fortnite, melalui mode multiplayer free-to-play. Mode tersebut akhirnya membuat Fortnite menjadi game terpopuler di dunia saat ini.

Merasa gamenya dijiplak Fortnite, kreator PUBG sempat menyatakan kekesalannya pada September tahun lalu. Namun saat itu, PUBG Corporation belum mengambil tindakan hukum untuk menghadapi developer Fortnite, yaitu Epic Games. Kini, PUBG Corporation tampaknya mulai habis kesabarannya. Mereka akhirnya mengajukan gugatan ke Epic Games!

Epic Games meluncurkan mode Battle Royale untuk Fortnite pada September tahun lalu, usai merilis mode Free The World. Namun developer game PUBG, Bluehole menilai ada kemiripan mode game pada Battle Royale dengan PUBG, sehingga Bluehole mengalayangkan gugatan

PUBG Corporation enggak hanya menggugat Epic Games aja, loh. Pada April lalu, PUBG Corporation telah mengajukan gugatan kepada NetEase, developer game battle royale lainnya, Rules of Survival (ROS). Gugatan yang diajukan ke Pengadilan Distrik Amerika Serikat di California Utara ini menggugat struktur yang sama antara PUBG dan ROS, terutama penggunaan alat masak sebagai senjata atau armor.Yap, kedua game tersebut menggunakan pan atau wajan penggorengan sebagai senjata.

Baca Juga :  Kode Keras Cowok dari Cewek : Game Dating Anti Mainstream

Selain sukses dengan gamenya, Epic Games juga dikenal karena telah menciptakan game engine, Unreal Engine. Ternyata, PUBG menggunakan Unreal Engine sebagai game engine mereka, loh. Apakah gugatan ini nantinya akan mempengaruhi hubungan bisnis PUBG Corporation dengan Epic Games?

Bluehole juga menyatakan bahwa mereka telah membayar royalti besar kepada Epic Games atas penggunaan Unreal Engine 4 pada game PUBG. Mereka pun menyayangkan pihak Epic Games membuat mode Battle Royale tanpa sepengetahuan mereka atau diskusi sekalipun. Hal tersebut membuat pihak Bluehole merasa kecewa terhadap Epic Games. Bluehole pun menganggap Fortnite sebagai game plagiasi karya mereka.

Send Android Texts on a PC

How to send GIFs on Android Messages for PC

Despite the fact that Android clients have utilized an assortment of workarounds to peruse and send instant messages on a PC, Messages for Web denoted the first occasion when that they had a true blue iMessages contender, which let them consistently incorporate their SMS messages with their PCs.  Setting up and using the program is trivially simple, although it’s still missing a few features that make its mobile counterpart such a delight. However, if you stay tuned until the end of the article, we’ll share a handy tip that will let users recreate one of their favorite features of Google Messages on Android: sending GIFs.

The Messages phone app got a helpful addition a few updates ago, in which users could hit the emoji button, scroll over a tab and then search for GIFs without having to copy and paste them from a Google search. Unfortunately, Android messages doesn’t have this feature yet, but there is a very simple workaround.

Simply find a GIF however you’d normally find one (Google Image search, Giphy, Frinkiac; I’m not going to tell you how to live your life). Then, right click and save the image somewhere on your hard drive.

From there, go back to Android Messages, click on the Attachments button (right next to Send) and upload the file. It’s a little cumbersome, but if you remember correctly, this is how we had to send GIFs by e-mail back in the Stone Age, and we still somehow got our fix of cats playing keyboards.

  1. Visit the Android Messages website

    To start the Android Messages process on the web, simply visit https://messages.android.com/. You’ll see a QR code show up on your screen; don’t scan it just yet. (It’s worth making sure that Google Messages is your phone’s default app, rather than something like Message+ from Verizon. You can change this by tapping Settings, Apps, the gear icon and Default messaging app.)

  2. Sync it with your phone

    As the Android Messages page trains you, go to the Messages application on your telephone, at that point tap the choices menu (the three vertical time frames in the upper-right corner). From that point, select Messages for web.

    The application will now provoke you to filter the QR code on your PC screen. In the event that you need your program to recall this procedure, with the goal that you don’t need to experience it each time you boot up Chrome, now would be a decent time to flip the choice. (It’s directly underneath the QR code.)

  3. Converse as usual

    The controls in Android Messages on the web are practically the same as they are on your telephone. Sort out what you need to state, click send to send it. You can likewise include emoticons, stickers and joined records.

    Simply know that your telephone must be on and associated with either Wi-Fi or a portable system all together for the program to work. (Since your instant messages are inalienably attached to your telephone number, this constraint bodes well; simply don’t hope to utilize Android Messages on your PC as a reinforcement when your telephone is out of juice.)