5 Game Yang Membuat Kecewa para Gamers

5 Game Yang Membuat Kecewa Para Gamers Agen poker

Industri game Agen Bola bukanlah sebuah roda bisnis yang sempurna. Terkadang, ada banyak publisher yang lebih mementingkan kuantitas dan meluncurkan sebuah game secepat mungkin ke pasaran tanpa kontrol kualitas yang memadai. Beberapa lainnya jatuh pada pusaran mainstream, menjajal sebuah kesempatan yang sebenarnya tidak cocok untuk franchise yang mereka usung atas nama “popularitas”. Tidak sedikit game-game yang justru tampil sangat mengecewakan, apalagi setelah antisipasi besar yang sudah terbangun selama berbulan-bulan hingga tahunan. Tidak sedikit game di generasi ini yang dikritik pedas karena hal ini. Sebuah proses yang kita harapankan tidak akan lagi terjadi di masa depan.

Hampir delapan tahun sepak terjang Playstation 3, Xbox 360, Wii, dan PC memang telah melahirkan begitu banyak game yang luar biasa. Kualitas yang tidak hanya menjadi penentu bagi masa depan franchise yang memang sudah dikenal cukup lama, tetapi juga kelahiran beberapa seri baru yang berpotensi untuk terus berlanjut di masa depan.

  1. Top Human

    Membayangkan sebuah konsep perang Dewa Nordic Agen poker yang divisualisasikan sebagai entitas dengan teknologi tinggi tentu saja menjadi sesuatu yang menarik untuk ditunggu. Apalagi mengingat statusnya sebagai salah satu game rilis perdana di Xbox 360. Ekspektasi begitu besar meluncur pada proyek “Too Human”, sebuah game action RPG yang justru melenceng dari semua ekspektasi yang selama ini dikorbarkan lewat serangkaian publikasi. Hambar dengan gaya action RPG yang tidak menggugah sama sekali, Too Human membuat banyak gamer yang begitu bersemangat menyambutnya, terpaksa menelan pil yang teramat pahit.

  2. Call Of Duty

    Call of Duty adalah salah satu game FPS terbaik di industri game Agen poker, setidaknya jika Anda membahas seri-serinya yang memang diluncurkan untuk konsol dan PC. Namun di Declassified, sebuah proyek yang diluncurkan untuk PS Vita, Call of Duty akhirnya juga pantas untuk disebut sebagai salah satu game FPS terburuk yang pernah dirilis. Declassified memuat semua elemen yang seharusnya tidak ditawarkan sebuah game FPS. Tidak ada plot yang kuat, permainan yang melompat dari satu chapter ke chapter lainnya, dan multiplayer online yang sama sekali tidak bekerja menjadi mimpi buruk. Apalagi mengingat betapa miskinnya game-game eksklusif PS Vita saat ini. Seperti menabur garam di atas luka.

  3. God of War: Ascensio

    Memaksakan diri, kata yang ini mungkin cocok untuk menggambarkan God of War: Ascension – produk terbaru Sony Santa Monica di tahun 2013 ini. Seri prekuel yang menceritakan kisah Kratos di awal perjalanannya mencari keadilan dan balas dendam ini ternyata tidak sebaik yang dibayangkan. Alasannya? Agen poker Karena God of War 3 yang notabene seharusnya sudah menutup franchise ini, tampil dalam kualitas yang akan sulit ditundukkan. Pertempuran masif dan epik yang ditawarkan seri tersebut memang bukan hal yang mudah untuk dilampui. Hasilnya? Anda akan secara konsisten membandingkan keduanya. Cerita yang kurang kuat, battle yang kurang epik, dan kelemahan di sisi cerita menjadi catatan tersendiri. Sony seharusnya tidak pernah melahirkan seri ini dan membiarkan franchise ini didefinisikan oleh God of War 3 sebagai seri penutup yang luar biasa.

  4. SIM City

    DRM adalah musuh semua gamer. Menariknya? Ada begitu banyak developer yang seolah tidak sadar dengan persepsi umum yang satu ini. Tidak hanya sekedar mencegah pembajakan, DRM justru lebih sering menjadi bumerang untuk para gamer yang berkutat dengan game-game orignal, seperti yang terjadi dengan Sim City Agen poker terbaru di tahun 2013 ini. Kebutuhan untuk always-online ternyata mengudang masalah besar. Kesibukan server di awal membuat jutaan gamer di seluruh dunia tidak dapat mengakses kota mereka sejak hari pertama rilis. Tidak hanya itu saja, terlepas dari klaim bahwa DRM menyediakan fitur kota yang lebih dinamis,  pengalaman kami memainkan Sim City tidak membuat fitur tersebut terlihatn signifikan. Kota yang memiliki ruang terbatas untuk berkembang juga menjadi masalah lain. Seandainya saja mereka bisa bertahan dengan format lama.

  5. Crysis

    Sebagai sebuah game FPS, Crysis 2 bukanlah sebuah game yang buruk. Bertahan dengan cita rasa seri eprtama, beberapa inovasi bahkan disuntikkan untuk membuat pertempuran dengan nanosuit ini jauh lebih bisa dinikmati. Lantas mengapa ia masuk ke dalam list ini? Tentu saja karena antisipasi yang besar setelah melihat sepak terjang seri pertamanya. Crysis pertama adalah sebuah game FPS yang begitu luar biasa, hingga membuat PC terkuat sekalipun Agen poker bertekuk lutut di hari rilisnya. Sayangnya, harapan untuk menemukan fenomena yang sama justru tercederai di Crysis 2. Terlepas dari engine baru yang digunakan, Crytek – sang developer ternyata lebih memfokuskan diri untuk mengembangkan sebuah game yang juga bisa berjalan di konsol. Hasilnya? Sebuah “identitas” yang tercoreng begitu saja.

 

Peluncuran Game Balap Team Sonic Racing

Setelah Sonic Forces yang dirilis pada waktu lalu, SEGA kali ini kembali untuk menghadirkan game balap Sonic untuk yang kesekian kalinya. Bocornya informasi dari Walmart membuat SEGA luncurkan trailer Team Sonic Racing. Tahun 2018 akan kembali menjadi tahunnya game Sonic. Setelah menelurkan dua game di 2017 (Sonic Mania dan Sonic Forces), tahun ini Sega akan merilis game Team Sonic Racing. Game balap ini akan dirilis pada musim dingin 2018 di PS4, Xbox One, PC, dan Switch.

Game ini dikembangkan oleh developer Sumo Digital. Developer ini sebelumnya pernah menangani game Sonic & All-Stars Racing dan Forza Horizon. Jadi, secara kualitas seharusnya Team Sonic Racing sudah tidak perlu dikhawatirkan lagi.

Sang landak biru kini kembali hadir, namun bukan melalui game platformer maupun RPG, melainkan dalam format game balapan. Banyaknya review negatif pada Sonic Forces tidak menghentikan SEGA untuk melanjutkan petualangan sang landak biru di dunia gaming. balapan dalam dunia Sonic juga bukanlah suatu hal yang baru. Sebelumnya, kita sudah diperkenalkan dengan Sonic & All-Stars Racing yang menghadirkan sejumlah karakter ikonik dari dalam dan luar game Sonic.

Team Sonic Racing akan memiliki 15 karakter yang bisa digunakan. Dua diantaranya yaitu Sonic dan Shadow bisa kamu lihat pada video di atas. Mode yang dimainkan juga bermacam-macam, dari exhibition, time trial, serta team mode. Fitur baru yang diimplementasi adalah team moves dimana karaktermu bersama dengan rekan tim mengeluarkan jurus spesial untuk mengalahkan pembalap lain.

Informasi ini awalnya datang dari sebuah toko retail Walmart yang seringkali menjual berbagai macam barang hingga kebutuhan gaming. Melalui bocoran yang disebarkan melalui forum ResetEra, terlihat sebuah boks Team Sonic Racing untuk Nintendo Switch.

Baca Juga : Perilisan Game Dance On

Seri terbaru ini dikembangkan oleh Sumo Digital yang telah mengembangkan seri Sonic & All-Stars Racing dan Sonic & All-Stars Racing Transformed. Dari nama ini, tentu kalian sudah tidak perlu menebak-nebak lagi kualitas seperti apa yang akan dihadirkan pada Team Sonic Racing.

Mode ini mengajak pemain untuk memenangkan balapan dengan bekerjasama, bukan hanya dengan melewati garis finish paling awal. Mode ini akan menghadirkan item khusus untuk menyerang sekaligus melindungi diri, dan kalian akan mendapatkan jurus khusus yang dinamakan team ultimates.

Tidak lama setelah dibocorkannya informasi ini, SEGA meluncurkan teaser trailer yang menampilkan Shadow dan Sonic yang tengah bersiap untuk balapan. Tidak ada informasi dari trailer tersebut selain dibukanya pre-order dan jadwal rilis untuk musim dingin ini.

Perilisan Game Dance On

Perilisan Game Dance On

Perkembangan Game PC Online di Indonesia tampaknya semakin berkembang. Beberapa game baru pun terus bermunculan, salah satunya adalah Dance On yang bakal dirilis oleh publisher Prodigy Infinitech. Sesuai judulnya, Dance On adalah game RPG casual yang menyajikan permainan dansa. Namun, game ini dibuat semakin seru dengan hadirnya karakter anime yang imut dan menarik.

Selain hadir dengan simulasi karakter yang imut dan menarik, gamer Dance On juga akan dimanjakan dengan alunan musik yang kece, baik dari dalam sampai K-pop. Gerakan dance-nya pun disesuaikan dengan gerakan dance di dalam videi musik, sepertu salah satunya lagu Exo berjudul Growl.

Rencananya perilisan Dance On akan dilakukan secara nasional dan international. Tidak hanya diluncurkan untuk platform PC, pihak Prodigy Infinitech bakal merilis game ini di platform mobile. Ini dikarenakan perangkat mobile tengah naik daun dan menjadi andalan untuk bermain game.

Image result for game dance online

Untuk diketahui, Dance On bukanlah game pertama Prodigy Infinitech yang bertema dansa. Sebelumnya, mereka sudah pernah meluncurkan game Touch Online yang cukup diterima baik oleh masyarakat Indonesia.

Baca Juga :  PUBG Akan Gelar Turnamen

“Prodigy Infinitech pada tahun 2014 telah sukses merilis game Touch Online secara nasional dan secara global. Tahun ini kami ingin mengulang kejayaan itu lagi dengan merilis game dengan genre yang sama yaitu Dance On yang tentunya akan lebih baik,” papar Hendratno Chandra, COO Prodigy Infinitech ketika konferensi pers beberapa waktu lalu.

PUBG Akan Gelar Turnamen

PUBG Akan Gelar Turnamen – Jasa Like Facebook

Kreator game battle royale popular sekarang ini, yaitu Player Unknown’s Battle Ground (PUBG) *** Jasa Like Facebook – Belilike.com *** selekasnya mengadakan turnamen esport PUBG besar-besaran. Tidak tanggung-tanggung, mereka menyiapkan hadiah sampai miliaran rupiah dalam arena bertopik PUBG Global Invitational 2018. Walau PUBG masih menjadi perdebatan di tengah kalangan pegiat eSports, tetapi sepertinya hal ini tak menghentikan langkah pengembang untuk bikin game ini jadi lebih populer lagi lewat sebuah turnamen eSports!

Salah satu hal yang membuat eSports PUBG jadi perdebatan sendiri adalah karena game ini yang bisa dibilang masih cukup sering muncul bug atau glitch; ditambah game ini pun terbilang cukup sulit untuk ditonton dengan banyaknya peserta dalam satu pertandingan. Tetapi melihat hype yang ada, Bluehole tak peduli dengan hal tersebut, dan lebih fokus untuk memperbaiiknya seiring mereka membuat kompetisi ini. *** Jasa Like Facebook – Belilike.com ***

Salah satu yang santer dinyatakan adalah soal game ini yang bisa dibilang belum 100% siap, juga masih banyak bug serta glitch di sana dan sini. Terkait hal tersebut, CEO PUBG Corp, Changhan Kim, memberi catatan spesial dalam pengumuman tersebut.

“PUBG Global Invitational 2018 adalah momen besar bagi PUBG Corp. untuk menunjukkan potensi besar PUBG sebagai eSports. Tim pengembang PUBG.Corp bekerja tanpa lelah untuk memastikan PGI 2018 menunjukkan kompetisi PUBG yang terbaik dan menampilkan keseruan, ketegangan, serta keriangan menonton permainan PUBG pada tingkat tertinggi, bukan hanya untuk para penggemar yang datang langsung ke PGI 2018 tapi juga bagi mereka yang menonton dari rumah.”

Image result for pubg gelar turnamen

Sayangnya, sampai sekarang ini detil beda seperti kriteria kwalifikasi dan *** Jasa Like Facebook – Belilike.com *** tim dari negara mana yang dapat berperan serta. Diluar itu, sistem penyelenggaraan beda juga masih tetap jadi misteri.

Baca Juga : Rekomendasi smartphone Untuk Bermain Game

Sebatas info, terkecuali PUBG, sebagian game bertitel esport beda seringkali diadakan. Salah nya ialah DOTA 2 yang membuat turnamen besar tiap-tiap tahunnya.

Diluar itu, *** Jasa Like Facebook – Belilike.com *** sebagian turnamen game FPS beda seperti Overwatch serta CS : GO juga sangatlah seringkali dikerjakan. Umumnya, mereka sediakan hadiah sampai beberapa ratus miliar dalam tiap-tiap pertandingannya.