5 Game Yang Dilarang Beredar Di Suatu Negara

5 Game Yang Dilarang Beredar Di Suatu Negara

Walau hanya sebagai hiburan semata, beberapa negara terkadang tak mau beberapa game dipasarkan di negara mereka untuk beberapa alasan. Alasan paling umum game diblokir di negara tersebut adalah karena kekerasan yang berlebihan ataupun dianggap melecehkan negara tersebut. Berikut beberapa game yang dilarang dipasarakan di suatu negara :

  1. Grand Theft Auto

    Image result for Grand Theft Auto

    Game yang satu ini bisa dikatakan sukses dimainkan banyak orang. Tapi ternyata dibalik kesuksesannya, game yang menggunakan google maps ini dilarang di Australia dan Amerika Serikat. Grand Theft Auto ini bisa mengajarkan perampokan, kekerasan dan jual beli narkoba. Bahkan pada seri game ini terdapat adegan antara dua karakter yang melakukan hubungan seksual yang menyebabkan tim sensor memberikan peringatan pada game tersebut.

  2. Minecraft

    Image result for Minecraft

    Bagaimana bisa game family-friendly tentang berkreatif membangun apapun yang pemain mau ini bisa dilarang? Menurut kementrian di turki, game Minecraft mengandung banyak unsur kekerasan untuk game anak kecil. Menurutnya game tersebut mengajarkan anak kecil membunuh binatang dan monster untuk terus bertahan hidup dan melindungi kreasi mereka, yang bagi mereka bukanlah cara yang damai dan kreatif untuk mengatasi masalah. Mungkin suatu hari kita harus bersosialisasi dengan Creeper untuk tidak terus meledak didekat rumah buatan kita.

  3. Call of Duty

    Image result for Call of Duty

    Game perang ini tidak diijinkan beredar di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Rusia, dan Kuba.  Dilarangnya game ini di karenakan menyebabkan pergeseran yang tidak sesuai dengan sejarah. Pada Call of Duty menggambarkan lokasi dan waktu yang digunakan menggunakan tema perang di sebuah negara.

  4. Footbal Manager 2005

    Image result for Football Manager 2005

    Ternyata game tentang mengurus tim sepak bola juga bisa mempunyai dampak negatif dalam suatu negara. Football Manager 2005 dilarang di China karena membuat Tibet dan Taiwan sebagai dua negara yang berbeda. Maka dari itu ketika developer memutuskan untuk membuat versi baru tanpa Tibet masuk di salah satu daftar negaranya, China baru memperbolehkan game ini dipasarkan disana.

  5. Counter Strike
    Image result for Counter Strike

    Ketika mendengar Counter Strike diblokir di salah satu negara, kebanyakan kalian mungkin berpikir dikarenakan kekerasan di game, atau mungkin unsur terorisme, atau mungkin juga karena komen “GG EZ” yang bikin emosi. Namun Brazil memblokir CS untuk alasan lain, yaitu karena game satu ini memiliki user-made map yang merupakan representasi dari Favela. Bagi kalian yang tidak tahu apa itu Favela, Favela adalah daerah yang dipenuhi oleh rumah gubuk yang dimana tingkat kemiskinan juga kriminal di daerah ini sangat tinggi. Penjabat-penjabat di Brazil tidak mau dunia melihat daerah tersebut di-stereotip-kan dengan kekerasan dan kejahatan, dan memutuskan untuk memblokir game FPS populer ini. Untungnya game ini diperbolehkan rilis di Brazil pada tahun 2007.

Review Fortnite’s Game

Fortnite would not be the marvel that it is today without the one-versus-one-hundred idea: struggle is the soul of a fight royale amusement. While the pastel-hued shooter has ostensibly put its own particular turn on the class through cheerful increases like shopping baskets, the other huge draw is the world-building and status of the island. Be that as it may, Fortnite’s win condition is beginning to feel inconsistent with what keeps me returning to play the amusement. Not long ago, Fortnite caught the consideration of players through a puzzling desert event — now and again, a lightning strike rose up out of the in-diversion fractures. Players anticipated that it was paving the way to something, as the planning of the strikes didn’t appear to be arbitrary. Good fortunes to any individual who went there and endeavored to make sense of it at the time, however. For stuff this way, it’s really simple to simply kick the bucket immediately. While the lightning fracture has transformed into a shape now, the aphorism stays genuine.

This week, Fortnite likewise included an in-diversion motion picture that is perceptible at a drive-in to praise the champ of a filmmaking challenge. Players who have endeavored to watch it, be that as it may, continue getting killed. You’re most likely happier watching it online on YouTube. Notoriously, the beginning of the season opened with a colossal occasion where an outsider guest plummeted from the skies and opened up teleportation fractures around the guide — yet numerous fans left disappointed, on the grounds that a lot of players went into matches with the goal of slaughtering anybody sufficiently credulous to really appreciate the procedures.

Image result for Review Fortnite Game

A standout amongst the most intriguing increases this week was the Tomato Temple, a zone that is by all accounts committed to the amazingly glad Tomatoman outfit. Anybody with the ensemble can wear a crown now, and there’s likewise another “acclaim the tomato” act out where you offer your regards to the organic product. This, joined with the exasperating key workmanship Epic Games as of late discharged, influences it to feel like the designer is making some serene legend. Is this a religion? What’s happening? As it were, it doesn’t make a difference, on the grounds that the main thing I truly get the opportunity to do with any of this is execute individuals with the ensemble, or murder individuals who need to look at the sanctuary. It’s not fulfilling.

Leaving the ensembles and such open to elucidation is an incredible method to give the characters a chance to be characterized by players, but at the same time I’m left wishing there was some creation to sink my teeth into. Overwatch is an incredible case here: the characters are sufficiently vacant that players can prepare expand sentiments between characters, or backstories, however it’s solitary conceivable in light of the fact that Blizzard influences them to feel like genuine individuals. Little lines of discourse propose identities, maps are loaded with subtle elements that point at a bigger world, showers reveal to us more about legends, yet most critically, Blizzard puts out cinematics now and again that out and out disclose to us who these characters should be. Even better, Overwatch characters feel like a gathering venture, since Blizzard winds up consolidating player-made thoughts into the genuine legend. At the point when D.va the pilot was considered to be a trashy Dorito-eating devil by players, Blizzard felt free to made it official in the amusement and the story. Fortnite characters, by differentiate, generally feel like cardboard patterns.

Two New Mobile Star Wars Games Coming

Two New Mobile Star Wars Games Coming

From a universe far, far away comes activity and experience with the legends and scalawags of Star Wars. Feel the intensity of the Force as respectable Jedi and tricky Sith fight for strength, or jump into a starship and investigate the amazements and perils that anticipate on each new planet. Ace your legend’s trip in Star Wars Battlefront 2 and play through gigantic fights crosswise over famous areas in every one of the three true to life times, take your Star Wars gaming with you on cell phones with Star Wars Galaxy of Heroes, or begin your enterprise with another extraordinary Star Wars amusement.

Versatile engineer Zynga is assuming control Star Wars Commander, and in addition creating two more portable allowed to-play Star Wars amusements for Disney. The multi-year permitting understanding gives one of Zynga’s studios the rights to create and distribute another amusement, with a discretionary second diversion.

Assortment reports that NaturalMotion, the studio behind the CSR Racing arrangement, Backbreaker Football, and Dawn of Titans, will assume control day by day tasks of Star Wars Commander. Zynga bought the organization for $527 million out of 2014. The system diversion Star Wars Commander propelled that year to fair audits and has been kept bursting at the seams with a constant flow of updates.

“Star Wars is a standout amongst the most notorious establishments on the planet and has drawn in ages of fans for a considerable length of time. As diversion producers and moviegoers, we’re enormous enthusiasts of Star Wars and are eager to make new encounters for players that breath life into this adored brand,” Zynga CEO Frank Gibeau said in the declaration. “We anticipate expanding the span of the Star Wars universe and building up another versatile amusement that engages players for quite a long time to come and can possibly be a future everlastingly establishment for Zynga.”

Star Wars under the new Disney administration has driven film industry achievement, EA still has a restrictive claim to the Star Wars permit for PC and comfort amusements. A portion of the reaction to Disney’s administration has been negative, however, prompting badgering that on-screen character Kelly Marie Tran revolted against.

Razer Muncul Dalam Dunia Game

Razer Muncul Dalam Dunia Game

Razer mengukuhkan posisinya sebagai pengusik pasar game PC sejak lama. Perusahaan ini tampaknya tengah menetapkan pandangannya pada pasar yang berbeda.

Razer kemungkinan berencana untuk mengusik pasar game mobile. Setidaknya itulah implikasi yang didapatkan dari CEO Razer, Tan Ming-liang, yang mengatakan dalam sebuah wawancara belum lama ini bahwa “game mobile akan menjadi bagian besar bisnis kami di masa depan.”Razer akhirnya mengumumkan smartphone pertamanya. Perangkat bernama Razer Phone itu dibuat khusus untuk keperluan gaming. Razer sendiri tidak menyebutkan dengan mendetail fitur gaming apa yang hadir di Razer Phone sehingga perangkat tersebut disebut smartphone gaming.

Yang pasti, Razer Phone memiliki layar dengan refresh rate yang tinggi, yakni mencapai 120 Hz. Hingga saat ini, selain Razer Phone, baru ada satu smartphone lain yang punya fitur layar 120 Hz, yakni ponsel bikinan Sharp. Ada juga RAM jumbo 8 GB. “Anda tidak akan melihat layar yang tearing atau jaggies,” kata Eric Lin, Product Manager Razer, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Venture Beat.

“Jika Anda sedang membuka situs web, Razer Phone bisa menurunkan tenaga, tetapi jika mulai scrolling, tenaganya akan naik. Ini sangat berguna untuk game,” ujar Lin. Layarnya sendiri berbentang 5,72 inci dengan dukungan resolusi 1440p (2.560 x 1.440). Layar ini dikatakan memiliki color gamut yang lebar dan dilindungi Gorilla Glass 3. Dari segi hardware, Razer Phone dilengkapi dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 835, RAM 8 GB, dan media penyimpanan 64 GB yang bisa ditingkatkan dengan menggunakan kartu microSD hingga 2 TB.  Razer Phone juga dilengkapi dengan sensor sidik jari untuk memperketat keamanan.

Baca Juga : 5 Game Ini Masuk Ke Daftar Yang Akan Diblokir KPI

Razer Phone memiliki konfigurasi kamera ganda 12 megapiksel di bagian belakang. Kamera pertama untuk mengambil foto wide, sementara keduanya memiliki kemampuan 2x zoom.  Sedangkan kamera depannya berukuran 8 megapixel. Dari segi baterai, Razer menggunakan lithium ion sebesar 4.000 mAh. Ada juga kemampuan Quick Charge yang memungkinkan untuk melakukan pengisian daya dengan cepat. Dari sisi audio, ponsel Razer didukung oleh Speaker Dolby Atmos. Tidak hanya itu, ponsel yang dibuat oleh vendor game ternama tersebut memiliki sertifikasi dari THX sehingga membuat pengalaman bermain game dikatakan lebih baik. Sistem pada ponsel Razer masih menggunakan Android versi Nougat.

Razer mengakuisisi pembuat konsol gagal Ouya pada 2015. Ouya ingin merilis konsol game kasual yang didukung Android namun tak dapat dikembangkannya. Razer juga mengakuisisi Nextbit, perusahaan di balik smartphone Robin. Min-liang mengatakan bahwa akuisisi Nextbit telah memberi Razer bakat untuk mengerjakan perangkat generasi berikutnya.