Review Fortnite’s Game

Fortnite would not be the marvel that it is today without the one-versus-one-hundred idea: struggle is the soul of a fight royale amusement. While the pastel-hued shooter has ostensibly put its own particular turn on the class through cheerful increases like shopping baskets, the other huge draw is the world-building and status of the island. Be that as it may, Fortnite’s win condition is beginning to feel inconsistent with what keeps me returning to play the amusement. Not long ago, Fortnite caught the consideration of players through a puzzling desert event — now and again, a lightning strike rose up out of the in-diversion fractures. Players anticipated that it was paving the way to something, as the planning of the strikes didn’t appear to be arbitrary. Good fortunes to any individual who went there and endeavored to make sense of it at the time, however. For stuff this way, it’s really simple to simply kick the bucket immediately. While the lightning fracture has transformed into a shape now, the aphorism stays genuine.

This week, Fortnite likewise included an in-diversion motion picture that is perceptible at a drive-in to praise the champ of a filmmaking challenge. Players who have endeavored to watch it, be that as it may, continue getting killed. You’re most likely happier watching it online on YouTube. Notoriously, the beginning of the season opened with a colossal occasion where an outsider guest plummeted from the skies and opened up teleportation fractures around the guide — yet numerous fans left disappointed, on the grounds that a lot of players went into matches with the goal of slaughtering anybody sufficiently credulous to really appreciate the procedures.

Image result for Review Fortnite Game

A standout amongst the most intriguing increases this week was the Tomato Temple, a zone that is by all accounts committed to the amazingly glad Tomatoman outfit. Anybody with the ensemble can wear a crown now, and there’s likewise another “acclaim the tomato” act out where you offer your regards to the organic product. This, joined with the exasperating key workmanship Epic Games as of late discharged, influences it to feel like the designer is making some serene legend. Is this a religion? What’s happening? As it were, it doesn’t make a difference, on the grounds that the main thing I truly get the opportunity to do with any of this is execute individuals with the ensemble, or murder individuals who need to look at the sanctuary. It’s not fulfilling.

Leaving the ensembles and such open to elucidation is an incredible method to give the characters a chance to be characterized by players, but at the same time I’m left wishing there was some creation to sink my teeth into. Overwatch is an incredible case here: the characters are sufficiently vacant that players can prepare expand sentiments between characters, or backstories, however it’s solitary conceivable in light of the fact that Blizzard influences them to feel like genuine individuals. Little lines of discourse propose identities, maps are loaded with subtle elements that point at a bigger world, showers reveal to us more about legends, yet most critically, Blizzard puts out cinematics now and again that out and out disclose to us who these characters should be. Even better, Overwatch characters feel like a gathering venture, since Blizzard winds up consolidating player-made thoughts into the genuine legend. At the point when D.va the pilot was considered to be a trashy Dorito-eating devil by players, Blizzard felt free to made it official in the amusement and the story. Fortnite characters, by differentiate, generally feel like cardboard patterns.

Razer Muncul Dalam Dunia Game

Razer Muncul Dalam Dunia Game

Razer mengukuhkan posisinya sebagai pengusik pasar game PC sejak lama. Perusahaan ini tampaknya tengah menetapkan pandangannya pada pasar yang berbeda.

Razer kemungkinan berencana untuk mengusik pasar game mobile. Setidaknya itulah implikasi yang didapatkan dari CEO Razer, Tan Ming-liang, yang mengatakan dalam sebuah wawancara belum lama ini bahwa “game mobile akan menjadi bagian besar bisnis kami di masa depan.”Razer akhirnya mengumumkan smartphone pertamanya. Perangkat bernama Razer Phone itu dibuat khusus untuk keperluan gaming. Razer sendiri tidak menyebutkan dengan mendetail fitur gaming apa yang hadir di Razer Phone sehingga perangkat tersebut disebut smartphone gaming.

Yang pasti, Razer Phone memiliki layar dengan refresh rate yang tinggi, yakni mencapai 120 Hz. Hingga saat ini, selain Razer Phone, baru ada satu smartphone lain yang punya fitur layar 120 Hz, yakni ponsel bikinan Sharp. Ada juga RAM jumbo 8 GB. “Anda tidak akan melihat layar yang tearing atau jaggies,” kata Eric Lin, Product Manager Razer, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Venture Beat.

“Jika Anda sedang membuka situs web, Razer Phone bisa menurunkan tenaga, tetapi jika mulai scrolling, tenaganya akan naik. Ini sangat berguna untuk game,” ujar Lin. Layarnya sendiri berbentang 5,72 inci dengan dukungan resolusi 1440p (2.560 x 1.440). Layar ini dikatakan memiliki color gamut yang lebar dan dilindungi Gorilla Glass 3. Dari segi hardware, Razer Phone dilengkapi dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 835, RAM 8 GB, dan media penyimpanan 64 GB yang bisa ditingkatkan dengan menggunakan kartu microSD hingga 2 TB.  Razer Phone juga dilengkapi dengan sensor sidik jari untuk memperketat keamanan.

Baca Juga : 5 Game Ini Masuk Ke Daftar Yang Akan Diblokir KPI

Razer Phone memiliki konfigurasi kamera ganda 12 megapiksel di bagian belakang. Kamera pertama untuk mengambil foto wide, sementara keduanya memiliki kemampuan 2x zoom.  Sedangkan kamera depannya berukuran 8 megapixel. Dari segi baterai, Razer menggunakan lithium ion sebesar 4.000 mAh. Ada juga kemampuan Quick Charge yang memungkinkan untuk melakukan pengisian daya dengan cepat. Dari sisi audio, ponsel Razer didukung oleh Speaker Dolby Atmos. Tidak hanya itu, ponsel yang dibuat oleh vendor game ternama tersebut memiliki sertifikasi dari THX sehingga membuat pengalaman bermain game dikatakan lebih baik. Sistem pada ponsel Razer masih menggunakan Android versi Nougat.

Razer mengakuisisi pembuat konsol gagal Ouya pada 2015. Ouya ingin merilis konsol game kasual yang didukung Android namun tak dapat dikembangkannya. Razer juga mengakuisisi Nextbit, perusahaan di balik smartphone Robin. Min-liang mengatakan bahwa akuisisi Nextbit telah memberi Razer bakat untuk mengerjakan perangkat generasi berikutnya.

Karakter Favorit Dalam Game GTA

Karakter Favorit Dalam Game GTA

Serial video game Grand Theft Auto pertama kali diluncurkan pada tahun 1997. Sejak saat itu, game buatan Rockstar tersebut telah berevolusi menjadi semakin canggih. Hampir tiap serinya selalu membekas di kepala para gamer. Dari mulai platform PlayStation hingga Anroid, kini Agen Bola Terpercaya GTA telah menjadi game lintas platform terbesar. Game ini pun tidak tanggung-tanggung ketika dibuat. Beberapa aktor Hollywood serta orang tenar lainnya pernah terlibat dalam proses pembuatan video game ini.  Sebut saja Samuel L. Jackson, Phill Collins hingga Axl Rose.  Bagi Anda yang memainkan game ini dari awal tentunya memiliki karakter favorit yang berkesan di ingatan Anda.

  • Tommy Vercetti
    Image result for Tommy Vercetti
    Tommy Vercetti merupakan karakter Agen Bola Terpercaya Grand Theft Auto dengan gaya yang keren dan berkelas. Inilah yang membuat karakter ini unik dan tidak mudah hilang dari ingatan penggemar serial GTA. Tommy Vercetti merupakan pengedar obat-obatan terlarang yang sukses besar. Akan tetapi, uniknya, Agen Bola Terpercaya keturunan Italia-Amerika ini sama sekali tidak kecanduan obat-obatan yang ia jual. Hal ini juga yang merupakan faktor yang membuat Tommy Vercetti berkesan.
  • Brucie KibbutzImage result for Brucie KibbutzBrucie Kibbutz dapat Anda jumpai di GTA IV. Diantara beberapa karakter ‘bodoh’ di serial Grand Theft Auto, Agen Bola Terpercaya Brucie Kibbutz merupakan tokoh yang paling ‘bodoh’ dan konyol. Badannya yang kekar terlihat kontras dengan sikapnya yang kekanak-kanakan. Ia selalu terlihat antusias dan riang dalam perannya.
  • Opsir Frank TenpennyImage result for Opsir Frank TenpennyJika Brucie Kibbutz merupakan karakter yang paling ‘bodoh’, Opsir Frank Tenpenny merupakan karakter yang paling menyebalkan di antara karakter menyebalkan lainnya di serial Grand Theft Auto. Karakter ini pasti memunculkan kebencian di dalam diri Anda. Ia adalah Agen Bola Terpercaya seorang polisi. Akan tetapi, ironisnya, Frank Tenpenny mampu melakukan tindak kejahatan yang benar-benar keji. Tindakannya yang paling jahat adalah menuduh orang lain melakukan tindak pembunuhan padahal kenyataannya Frank Tenpenny lah yang melakukan pembunuhan tersebut.
  • Yusuf AmirImage result for Yusuf AmirYusuf Amir muncul di The Ballad of Gay Tony. Karakter ini merupakan karakter yang sangat kaya namun sedikit mengalami gangguan pendengaran. Saking kayanya, kendaraan yang dimiliki oleh Yusuf Amir berlapis emas. Ia menjadi berkesan di serial Grand Theft Auto karena sikapnya yang egois dan tidak pernah puas dengan kekayaan yang dimiliki. Walaupun demikian, ia adalah karakter yang berguna karena meminjamkan Luis helikopternya yang berlapis emas.
  • Maccer dan Kent PaulImage result for Maccer dan Kent Paul“I can’t feel me legs, our P – I’ve wanked the use out of them!” Anda ingat dialog ini? Agen Bola Terpercaya Dialog inilah yang membuat Maccer dan Kent Paul cukup berkesan, walaupun mereka hanya memiliki peran yang kecil. Mereka berdua adalah orang Britania. Pada Grand Theft Auto San Andreas penggunaan obat-obatan terlarang sangat merajalela di Britania pada awal tahun 90-an.
  • Carl JohnsonRelated imageWalaupun tidak mampu menyaingi Tommy Vercetti yang keren maupun Niko Bellic Agen Bola Terpercaya yang mengundang simpati, Carl Johnson tetap menjadi tokoh protagonis yang menginggalkan kesan di Grand Theft Auto. Hal yang membuatnya berkesan adalah ia memilih menyelesaikan masalah tanpa menggunakan senjata api walaupun pada akhirnya ia menggunakan senjata api untuk membunuh Big Smoke yang terlibat dalam kasus pembunuhan ibunya.

Mode Multiplayer Stardew Valley

StarDew Valley memang menjadi game yang sangat dinanti-nanti oleh para penggemar game simulasi terutama para veteran Harvestmoon Game. Setelah sebelumnya para pemain dimanjakan dengan mode Multiplayer  Beta yang telah mereka idamkan namun masih butuh banyak perbaikan. Kini Pengembang Stardew Valley nampaknya sudah siap untuk membawa game ini lebih jauh lagi pada Agustus 2018 nanti.

Salah satu mode yang paling dinanti-nantikan di Stardew Valley, yaitu mode multiplayer, telah masuk ke dalam tahap beta pada beberapa waktu belakangan ini. Setelah melalui tahap beta, mode multiplayer Stardew Valley bisa lo mainkan dalam waktu dekat untuk para pemain versi PC-nya, loh. Ini dia cuplikan pengumuman tanggal rilis mode multiplayer-nya.

Image result for kabar game Stardew Valley Multiplayer yang akan hilang

Pengembang Stardew Valley, Eric Barone atau yang lebih dikenal dengan Concerned Ape, telah menjanjikan mode multiplayer di game ini. Akhirnya ada kabar baik, nih, buat lo yang udah menanti-nanti mode tersebut. Mode multiplayer Stardew Valley kini telah tersedia dalam bentuk beta, loh. Namun, pemain Stardew Valleyversi PC aja yang sementara ini bisa cobain beta mode multiplayer-nya.

Concerned Ape mengumumkan Stardew Valley versi 1.3 lewat Steam. Di versi tersebut, tersedia akses untuk mencoba mode multiplayer. Dalam mode ini, lo akan menjadi tuan rumah terhadap pemain lain yang datang ke perkebunan lo. Untuk menyambut pemain lain, lo harus membangun pondok sebagai tempat tinggal mereka.

Buat kalian yang main Stardew Valley di PS 4, Xbox One, atau Nintendo Switch, lo mungkin harus bersabar dulu untuk bisa mainin mode ini. Soalnya, mode multiplayer dipastikan akan terlebih dahulu hadir untuk pemain PC pada 1 Agustus nanti.

Namun, pemain Stardew Valley di platform lain enggak perlu khawatir. Pada cuplikan di atas, ConcernedApe berjanji bahwa mode multiplayer juga akan hadir di ketiga platform tersebut. Sayangnya, ConcernedApe enggak memberi tahu detail tanggal rilis mode multiplayer di PS 4, Xbox One, dan Nintendo Switch.