Dampaknya Esport PUBG Dari Sisi Psikolog

Image result for dampak game pubg bagi otakSudah memasuki tahun 2020 game-game online bergenre eSport masih sangat didukung perkembangannya, baik dari sisi pemerintah maupun swasta. Sudah banyak kompetisi game dilaksanakan, membuat peminat game-game ini makin luas. Namun Komisi Perlindungan Hak Anak (DCPCR) Delhi, India, telah mendaftarkan PUBG game online bersama dengan video game lainnya sebagai hal yang berbahaya, negatif dan memiliki dampak buruk pada otak anak-anak.

PUBG sering dianggap sebagai salah satu game yang paling membuat ketagihan. Game versi seluler, yang disebut PUBG MOBILE, telah diunduh oleh jutaan orang di smartphone dan tablet. Popularitas game yang luar biasa ini telah menyebabkan para pengembang dan beberapa penyelenggara acara mengadakan turnamen eSports yang melibatkan game tersebut.

Sejumlah peneliti dan psikolog menemukan bahwa bermain game video dapat memberikan keuntungan, salah satunya mengasah otak seseorang sehingga menjadi lebih cerdas. “Game video dapat mengubah otak,” kata Shawn Green, psikolog dari Universitas Wisconsin, AS.

Menurut Shawn Green, bermain game dapat mengubah struktur fisiologis otak dengan cara yang sama seperti ketika seseorang belajar membaca, menavigasi menggunakan peta, atau bermain piano. Sama seperti olahraga yang dapat membangun otot, kombinasi efektif antara konsentrasi dengan gelombang neurotransmitter yang bermanfaat seperti dopamin dapat memperkuat sirkuit saraf yang dapat membangun otak.

Dalam permainan tembak-menembak seperti PUBG, karakter pemainnya menembak dan berlari di waktu yang sama. Ini membuat pemain di dunia nyata untuk melacak posisi karakter, kemana arah berjalan, kecepatannya, kemana arah pistol, mencari musuh, menembak musuh, dan menyelamatkan dirinya sendiri.

Semua faktor ini memerlukan perhitungan. Belum lagi, pemain harus mengoordinasikan interpretasi dan reaksi otak dengan gerakan di tangan dan ujung jarinya. Metode ini membutuhkan banyak koordinasi mata-tangan dan kemampuan visual-spasial.

Efek negatif paling besar dari permainan seperti PUBG adalah konten kekerasan di dalamnya. Anak-anak yang sering memainkan game berisi kekerasan cenderung mengalami peningkatan agresifitas dalam pemikiran, emosi, perilaku, dan menurunnya rasa empati.

 

 

 

Aplikasi Game Hago

Aplikasi Game Hago

Aplikasi game Hago saat ini lagi viral. Banyak banget pengguna smartphone yang mengunduhpermainan ini. Bahkan saat ini, aplikasi ini jadi aplikasi paling populer nomor 1 di Play Store karena banyak diunduh. Hago adalah salah satu game yang sedang populer dikalangan pengguna sosial media maupun gamer.Aplikasi ini memungkinkan anda untuk bermain bermacam-macam game yang disediakan bersama teman secara online sekaligus berinteraksi dan mengobrol melalui fitur pesan chat dan suara.

Image result for mengenal apa itu aplikasi hago game

Pencipta Game Hago

Game hago dibuat oleh perusahaan asal China yaitu YY inc, yang mempunyai 15 permainan didalamnya seperti lempar pisau, adu domba, ludo hago, kuis, billiard, badminton hago dan masih banyak lagi permainan lainnya. Semua permainan tidak sampai menghabiskan waktu lama sehingga sangat cocok untuk mengisi waktu luang kamu ketika jenuh.
Fitur-fitur yang ada pada aplikasi Hago 
  1. Fitur yang mencakup pemilik akun Hago,teman,dompet,pengaturan dan umpan balik.
  2. Fitur untuk melakukan obrolan baik yang sudah menjadi teman maupun yang direkomendasikan oleh Hago.
  3. Fitur untuk mengajak teman untuk bermain hago bersama dan juga mengundang yang belum memiliki aplikasi Hago baik menggunakan facebook,whatsapp maupun kontak.
  4. Fitur untuk mencari teman baru yang belum dikenal dan menjadikannya teman obrolan maupun bermain Hago.
  5. Beberapa permainan Hago yang bisa anda pilih namun sebenarnya masih banyak lagi yang bisa anda mainkan.
  6. Fitur yang menunjukan jumlah pemain yang memainkan salah satu game Hago.
  7. Fitur ruang obrolan para pengguna Hago berdasarkan judul yang tertulis dan silahkan klik tanda scroll untuk melihat jenis obrolan lainnya.
  8. Salah satu judul Ruang obrolan HGO
  9. Jumlah pengguna salah satu jenis ruang obrolan.
  10. Ruang obrolan sekaligus tempat anda berpartisipasi bernyanyi,maupun komentar hasil nyanyian teman.
  11. Fitur beberapa game yang bisa anda mainkan dan telah memiliki pemain pemecahan rekor nilai terbaik dunia,setelah anda selesai memainkan salah satu gamenya maka akan terlihat peringkat dunia anda.
  12. Fitur untuk belajar edit wajah kartun sesuai selera dan cari teman yang cocok layaknya mencari jodoh lewat kartun dn bagikan bila perlu.
  13. Fitur game yang bisa dimainkan bersama teman dalam satu handphone,ajak teman mu bermain bersama.

Review Fortnite’s Game

Fortnite would not be the marvel that it is today without the one-versus-one-hundred idea: struggle is the soul of a fight royale amusement. While the pastel-hued shooter has ostensibly put its own particular turn on the class through cheerful increases like shopping baskets, the other huge draw is the world-building and status of the island. Be that as it may, Fortnite’s win condition is beginning to feel inconsistent with what keeps me returning to play the amusement. Not long ago, Fortnite caught the consideration of players through a puzzling desert event — now and again, a lightning strike rose up out of the in-diversion fractures. Players anticipated that it was paving the way to something, as the planning of the strikes didn’t appear to be arbitrary. Good fortunes to any individual who went there and endeavored to make sense of it at the time, however. For stuff this way, it’s really simple to simply kick the bucket immediately. While the lightning fracture has transformed into a shape now, the aphorism stays genuine.

This week, Fortnite likewise included an in-diversion motion picture that is perceptible at a drive-in to praise the champ of a filmmaking challenge. Players who have endeavored to watch it, be that as it may, continue getting killed. You’re most likely happier watching it online on YouTube. Notoriously, the beginning of the season opened with a colossal occasion where an outsider guest plummeted from the skies and opened up teleportation fractures around the guide — yet numerous fans left disappointed, on the grounds that a lot of players went into matches with the goal of slaughtering anybody sufficiently credulous to really appreciate the procedures.

Image result for Review Fortnite Game

A standout amongst the most intriguing increases this week was the Tomato Temple, a zone that is by all accounts committed to the amazingly glad Tomatoman outfit. Anybody with the ensemble can wear a crown now, and there’s likewise another “acclaim the tomato” act out where you offer your regards to the organic product. This, joined with the exasperating key workmanship Epic Games as of late discharged, influences it to feel like the designer is making some serene legend. Is this a religion? What’s happening? As it were, it doesn’t make a difference, on the grounds that the main thing I truly get the opportunity to do with any of this is execute individuals with the ensemble, or murder individuals who need to look at the sanctuary. It’s not fulfilling.

Leaving the ensembles and such open to elucidation is an incredible method to give the characters a chance to be characterized by players, but at the same time I’m left wishing there was some creation to sink my teeth into. Overwatch is an incredible case here: the characters are sufficiently vacant that players can prepare expand sentiments between characters, or backstories, however it’s solitary conceivable in light of the fact that Blizzard influences them to feel like genuine individuals. Little lines of discourse propose identities, maps are loaded with subtle elements that point at a bigger world, showers reveal to us more about legends, yet most critically, Blizzard puts out cinematics now and again that out and out disclose to us who these characters should be. Even better, Overwatch characters feel like a gathering venture, since Blizzard winds up consolidating player-made thoughts into the genuine legend. At the point when D.va the pilot was considered to be a trashy Dorito-eating devil by players, Blizzard felt free to made it official in the amusement and the story. Fortnite characters, by differentiate, generally feel like cardboard patterns.

Razer Muncul Dalam Dunia Game

Razer Muncul Dalam Dunia Game

Razer mengukuhkan posisinya sebagai pengusik pasar game PC sejak lama. Perusahaan ini tampaknya tengah menetapkan pandangannya pada pasar yang berbeda.

Razer kemungkinan berencana untuk mengusik pasar game mobile. Setidaknya itulah implikasi yang didapatkan dari CEO Razer, Tan Ming-liang, yang mengatakan dalam sebuah wawancara belum lama ini bahwa “game mobile akan menjadi bagian besar bisnis kami di masa depan.”Razer akhirnya mengumumkan smartphone pertamanya. Perangkat bernama Razer Phone itu dibuat khusus untuk keperluan gaming. Razer sendiri tidak menyebutkan dengan mendetail fitur gaming apa yang hadir di Razer Phone sehingga perangkat tersebut disebut smartphone gaming.

Yang pasti, Razer Phone memiliki layar dengan refresh rate yang tinggi, yakni mencapai 120 Hz. Hingga saat ini, selain Razer Phone, baru ada satu smartphone lain yang punya fitur layar 120 Hz, yakni ponsel bikinan Sharp. Ada juga RAM jumbo 8 GB. “Anda tidak akan melihat layar yang tearing atau jaggies,” kata Eric Lin, Product Manager Razer, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Venture Beat.

“Jika Anda sedang membuka situs web, Razer Phone bisa menurunkan tenaga, tetapi jika mulai scrolling, tenaganya akan naik. Ini sangat berguna untuk game,” ujar Lin. Layarnya sendiri berbentang 5,72 inci dengan dukungan resolusi 1440p (2.560 x 1.440). Layar ini dikatakan memiliki color gamut yang lebar dan dilindungi Gorilla Glass 3. Dari segi hardware, Razer Phone dilengkapi dengan prosesor Qualcomm Snapdragon 835, RAM 8 GB, dan media penyimpanan 64 GB yang bisa ditingkatkan dengan menggunakan kartu microSD hingga 2 TB.  Razer Phone juga dilengkapi dengan sensor sidik jari untuk memperketat keamanan.

Baca Juga : 5 Game Ini Masuk Ke Daftar Yang Akan Diblokir KPI

Razer Phone memiliki konfigurasi kamera ganda 12 megapiksel di bagian belakang. Kamera pertama untuk mengambil foto wide, sementara keduanya memiliki kemampuan 2x zoom.  Sedangkan kamera depannya berukuran 8 megapixel. Dari segi baterai, Razer menggunakan lithium ion sebesar 4.000 mAh. Ada juga kemampuan Quick Charge yang memungkinkan untuk melakukan pengisian daya dengan cepat. Dari sisi audio, ponsel Razer didukung oleh Speaker Dolby Atmos. Tidak hanya itu, ponsel yang dibuat oleh vendor game ternama tersebut memiliki sertifikasi dari THX sehingga membuat pengalaman bermain game dikatakan lebih baik. Sistem pada ponsel Razer masih menggunakan Android versi Nougat.

Razer mengakuisisi pembuat konsol gagal Ouya pada 2015. Ouya ingin merilis konsol game kasual yang didukung Android namun tak dapat dikembangkannya. Razer juga mengakuisisi Nextbit, perusahaan di balik smartphone Robin. Min-liang mengatakan bahwa akuisisi Nextbit telah memberi Razer bakat untuk mengerjakan perangkat generasi berikutnya.